Hari Pembakaran Al-Qur’an ide dari seorang yang gila

SEPINTAS lalu, pendeta berambut-berkumis putih tebal ini seperti penginjil biasa. Suaranya tegas, sambil sesekali mengutip Injil, dengan aksen Negara Bagian Missouri yang kental. Tak banyak yang mempedulikan dirinya, sampai akhirnya ia mengumumkan gagasannya yang di mata banyak orang tak masuk akal.

“Pada 11 September 2010, pukul 06.00-09.00, kita akan membakar Al-Quran untuk mengenang korban 11 September dan untuk berdiri melawan kejahatan Islam. Islam itu dari setan!” katanya. Pendeta Terry Jones, 58 tahun, pemimpin Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, menyerukan hal itu kepada semua gereja di dunia.

Terry Jones memang tak sedang melucu. Ide yang terilhami dari halaman Facebook berjudul “Everybody Draw Muhammad Day” ini bergulir semakin serius. Kabarnya, ia telah meluncurkan video “cara membakar dan mengapa kita membakar kitab itu”. Tak ayal lagi, kata-katanya yang ditampilkan di sebuah halaman Facebook akhir Juli lalu itu pun cepat menyengat orang banyak di Amerika dan belahan lain dunia.

Protes dan kemarahan tidak hanya muncul dari kalangan muslim. Umat Kristen sendiri mengecam keras tindakan Pendeta Jones. Sebuah papan bertulisan “Islam is of the Devil” yang terpancang di depan Gereja Dove World Outreach Center dirobohkan-meski papan itu selalu tegak kembali keesokan harinya. Bahkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggapnya upaya memicu perang antaragama. “Pembakaran Al-Quran bukan kebebasan berekspresi. Ini merupakan pelanggaran terhadap hak-hak 1,3 miliar muslim, baik Sunni maupun Syiah,” demikian pernyataan badan PBB itu.

Pendeta Jones menampik semua tudingan yang menilai dia telah menebarkan kebencian. “Justru kami menebarkan kebenaran. Kebenaran itu cinta dan harapan keselamatan,” katanya. Meski menuai kecaman dari berbagai pihak, upaya Pendeta Jones tersebut tak sia-sia. Seminggu setelah kata-katanya muncul di Facebook, pengikutnya bertambah ratusan orang.

Keberadaan Gereja Dove World Outreach Center pimpinan Pendeta Jones selama ini memang cukup meresahkan masyarakat Kota Gainesville. Gereja Dove World Outreach Center berdiri di sebuah ruang tamu milik Pendeta Donald O Northrup di daerah Gainesville, Florida, pada September 1986. Misi awal gereja ini adalah pelayanan bagi seluruh kalangan umat: kaya, miskin, muda, dan tua; konsep total sebuah gereja yang merupakan ekspresi dari kepenuhan Yesus Kristus; sebuah gereja yang ingin menjadi “rumah sakit” rohani untuk memulihkan dan menyembuhkan orang-orang sakit.

Di bawah kepemimpinan Pendeta Donald O Northrup, perkembangan jemaat gereja ini cukup pesat, dari 300 menjadi 2.200 anggota. Ketika Pendeta Jones memimpin, banyak aspek gereja berubah. Ia bertekad mengubah Gereja Dove World Outreach Center dari sebuah gereja lokal menjadi gereja apostolik dengan visi dunia. Tujuannya adalah membangun kerajaan Allah dan mempersiapkan generasi berikutnya dalam menyebarkan Injil.

Apa pun, yang terang seruan Jones terus mengundang reaksi. Dr Diaa Rashwan, ahli gerakan Islam dari Pusat Studi Politik dan Strategis Al-Ahram, Mesir, menyatakan bahwa seruan pembakaran kitab umat Islam merupakan preseden yang sangat berbahaya yang telah melampaui semua logika dan kepekaan.

“Jika terjadi, ini krisis yang serius di dunia Islam. Bayangkan apa yang terjadi dengan kartun Denmark, bayangkan apa yang terjadi jika Al-Quran dibakar,” katanya. Menurut Rashwan, tidak ada hubungan antara serangan 11 September dan Al-Quran. Sebuah logika yang tak masuk akal jika kitab suci menjadi tempat pertanggungjawaban atas kejahatan kemanusiaan.

“Dalam hal ini, kita bisa menyalahkan kitab suci bagi jutaan kematian sepanjang sejarah. Misalnya, Gereja Protestan atas nama Hitler bisa bertanggung jawab atas 70 juta orang yang tewas dalam Perang Dunia II,” katanya.

Suryani Ika Sari (USA Today, Guardian.co.uk, Examiner.com, Doveworld.org, Al-Arabiya News Channel


kutipan wawan cara tuh pastor dengan stasiun tv lokal
SANCHEZ: Do you know how many Muslims there are in the world?

JONES: I think there are 1.5 billion.

SANCHEZ: Yeah. I ask you that because that’s a very big number. Why would you want to do this to 1.5 billion people by burning their most sacred book? That’s crazy.

JONES: Well, for one thing, to us, the book is not sacred.

SANCHEZ: But it is to them, it’s sacred to them. [...]

JONES: What we’re also doing by the burning of the Quran on 9/11 is we’re saying stop. Stop to Islam. Stop to Islamic law. Stop to brutality. We have nothing against Muslims, they are welcome in our country. [...]

SANCHEZ: How would you feel if a Muslim said to you, what you just said to them? I have no problem with you Mr. Christian, you’re welcome in my country, but I’m burning your Bible.

JONES: I would not like it. But it’s our right. We live in America!

Semoga ALLAH SWT memberikan balasan yang setimpal.

1 komentar:

Wahyu Ekspro Blog's mengatakan...

Selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik...
Selalu gali ilmu yang belum kita pelajari...
Selalu optimis dalam meraih kesuksesan...

Posting Komentar

Chat...!!!


ShoutMix chat widget